Choosing a place to educate good values to children



By: Shutalim
The topic of religious and good values has always been hot topic in education. The discussion is almost never ends. More and more people are involved in the discussion, especially parents who have children under 18 years old. They should close attention to their children’s education.
Many cases has shown us how norms, religious and universal values has been broken. An example of those is drug abuse by children under  15 years old.
Now, parent must find a good way to solve such problem and to protect their children from the bad impact of broken values happening in this country.  For Septiani, who have three sons, she prefers to put her sons to Islamic school is because she feels that the norms has become lower and lower in Indonesia. In her opinion, the best solution for Septiani’s sons is to educate her children at Islamic school. For her, Islamic school doesn’t only teach basic education but also religious values which will be a guidance for her sons.
Dina aufan, in the other hand, chosen Labschool, which has no religious component. She prefers to teach her daughter at home. She assumes that teachers and parents should teach both of norm values and knowledge in balance so the children will have a good personality. Besides that, Dina Taufan added that teaching religious values is the duty of every parents that could not be replaced or be depended fully upon schools or any educational institutions.
Opting the types of school of the children depend on their parents, whether secular or Islamic school. Commonly the parents’s choice of educational institution is related to their own ideology.
According to Darmaningtyas, an education expert, the decision to choose school for children, should consider the children’s own will. There is no reason to say that some types of school are better that others. He said that for those who believe that religion and formal schooling should stay apart but who also want to give their children a firm religious grounding, extracurricular religious classes offered at a some institutions may be a good alternative. He also added that basically schools are universal. Those are places for giving and teaching about love, honesty, faith and good values of life
Resource: Jakarta Globe
Read More...

Peringatan Hari Pohon Sedunia 21 November “Ayo Berhemat Kertas”



Di tulis ulang oleh Sutalim Muhammad
Fakta Mengenai Kertas 
1. 1 ton kertas =  400 rim = 200.000 lembar 
2. Untuk memproduksi 1 ton kertas, di butuhkan 3 ton kayu dan 98 ton bahan baku lainnya. 
3. Setiap jam, dunia kehilangan 1.732,5 hektare hutan karena ditebang untuk dijadikan bahan baku kertas. 
4. Setiap tahun hutan Indonesia yang hilang setara dengan luas Pulau Bali. 
5. Satu rim kertas A4 menghabiskan sebatang pohon berusia 5 tahun 
6. Untuk kertas berkualitas baik, memerlukan pohon dengan kayu keras dan lunak 
7. Jika kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 13 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4.100 Kwh listrik dan 31.780 liter air. 
8. Dulu kertas hanya digunakan untuk menulis, sekarang industry Packaging menggunakan 41% dari seluruh penggunaan.
Masalah Lingkungan Karena Kertas 
1. Untuk memproduksi 3 lembar kertas membutuhkan 1 liter air. 
2. Dalam memproduksi 1 ton kertas, dihasilkan gas karbon dioksida sebanyak kurang lebih 2.6 ton. Jumlah ini setara dengan gas buang yang dihasilkan sebuah mobil selama 6 bulan. 
3. Dalam memproduksi 1 ton kertas, dihasilkan kurang lebih 72.200 liter limbah cair dan 1 ton limbah padat. 
4. Setelah kertas dibuang, kertas ini akan terurai, proses terurainya kertas menghasilkan gas metana. Dan gas metana juga merupakan gas penyebab pemanasan global, efeknya dari gas tersebut 20 kali lebih berbahaya di banding gas karbon dioksida, dalam hal menyebabkan naiknya suhu global

 Manfaat Mendaur Ulang Kertas 
1. Mendaur ulang 54kg kertas menyelamatkan 1 batang pohon (government of Canada) 
2. Mendaur ulang kertas menggunakan 60% energy yang lebih sedikit dibandingkan membuat kertas dari pohon. 
3. Mendaur ulang 1 ton kertas menyelamatkan kira-kira 17 batang pohon (purdue Research Foundation and  US environment  Protection Agency, 1996) 
4. Mendaur ulang 1 ton kertas dapat menghemat 682.5 galon bahan bakar dan 7000 galon air dan 4000Kwh listrik (Onondaga Resource Recovery Center)
Semoga info ini bermanfaat dan membuat kita lebih bijak dalam penggunaan kertas serta lebih peduli lagi terhadap lingkungan terutama pada Pohon. Seluruh isi Artikel ini di dapat dari Koran Kedaulatan Rakyat, Hal 16 Yogyakarta, Jumat 18 November 2011. Terimakasih KR sudah memberi informasi yang bermanfaat bagi kita ^_^
Read More...

Friendship or Relationship ?


 
By: Muhammad Shutalim
Who is person in this world doesn’t need friend ? animal, plant, even in sky and earth need friend. Human who is born as social human, certainly needs a friend in his life. Truly, what is definition of  friend relationship?  There are many definitions of friend relationship itself, it depends on person who defines it.
There is person who defines it in positive view but there is person who defines it in bad view, for example a person explaining relation in bad definition, he says that what is called friend relation is just a relation which is able to give a benefit for each other, friend is available if he can make his friend happy but if he can’t give anything or something useful for his friend, so he is not able to be called friend. (Hi hi sadist….(x_x). And also there is example of good definition about friend relationship, such as what is called friend is person who is always available in whenever, whatever and wherever friend condition and situation, friend is going to help his friend without thinking about status, face, money and other.. the type of friend like that is usually called as best friend “ (hoho sok sweet).
There are 3 kinds of friend relationship.
The first kind of friend relationship: in this relation what is called friend is just knowing each other, they don’t care if there is something between one friend to another friend else, probably when they meet in the middle of road, they just give a smile for formality. It is because the principle in this type what is called friend is not more than usual person knowing each other.
Second, kind of friend relationship: in this relation what is called friend is more than usual person knowing each other. They have strong relation each other so whenever one friend has a problem the other friend will be there for helping. They never mind to share whatever they have, when they are sad or happy they will be together to solve the problem. (sok sweet part 2). The principle in this friend type, what is called friend is more than everything, they be a friend are not because money, status or something like that but it is because the pure feeling which is belonged to each other person.

           And finally the third from the kinds of friend is  a VERY CLOSE FRIEND (teman tapi mesra). The principle in this relation is honestly I can’t define this type because it’s so complicated, sometimes it is able to be called friend but it’s too romantic, sometimes it can be called girlfriend but they don’t say “Honey, Sayang, or something like that” probably every person has different definition about this relation.
Read More...

Pengaruh budaya barat dalam pendidikan di negara berbudaya timur


By: Muhammad Sutalim
Seyogyanya berkembangnya pengetahuan, informasi dan teknologi dapat menyumbangkan serta mengembangkan budaya-budaya yang sudah ada menjadi lebih baik. Budaya leluhur yang diturunkan berabad abad memberikan kekhasan pada setiap daerah, ciri ciri khas tersebut memiliki arti tidak hanya sekedar sebuah keunikan dalam bidang seni saja akan tetapi mempengaruhi dalam segala bidang kehidupan sosial, salah satunya adalah bidang pendidikan.
Selama ini budaya di kenal terpisah menjadi dua golongan besar yaitu budaya barat dan budaya timur. Budaya barat lebih terkenal dan popular dengan cirinya dalam kemajuan teknologi yang pesat, pusat kemajuan ilmu pengetahuan dan pergaulan yang bebas (liberal) sedangkan budaya timur sering di lihat dari nilai kesopanan dalam pergaulan dan tata krama kepada sesama.
Dalam dunia pendidikan pengaruh – pengaruh cultural sering kali mendapatkan soratan, hal ini tidak lain muncul dari pandangan setiap orang mengenai kedua budaya tersebut. Pada dasarnya ada dua pandangan yang mencerminkan pengaruh budaya barat terhadap pendidikan di negara-negara yang memiliki budaya timur. Pertama adalah pandangan positif, dimana beberapa orang mengklaim bahwa dengan adanya budaya barat yang masuk membuat sebagian sistem pendidikan lebih berkembang di bandingkan sebelumnya, contohnya saja bahwa dengan adanya budaya barat yang menemukan teori pembelajaran baru dengan memperbolehkan siswa untuk mencari tahu pengetahuan dari berbagai sumber belajar menjadikan anak lebih kratif dan mampu mengembangkan bakat yang dimilikinya, selain itu dengan seriiringnya perkembangan teknologi – teknologi informasi modern, menjadikan anak lebih mudah berkomunikasi dan mendapatkan pengetahuan dari segala pelosok penjuru dunia.
Adanya teknologi dari barat menjadikan waktu pembelajaran bisa lebih fleksibel tidak harus bertatap muka dan dilaksanakan secara klasikal saja, dengan perkembangan teknologi canggih memungkinkan sumber informasi dapat diterima anak dengan mudah karena mampu melayani setiap tipe belajar. Bersumber dari statement itulah yang menjadikan sebagian orang percaya bahwa budaya barat mampu memberikan banyak manfaat bagi pendidikan budaya timur.
Hal tersebut lain ceritanya jika dilihat dari kacamata beberpa orang yang kurang menyetujui pernyataan bahwa budaya barat memiliki manfaat lebih dibandingkan budaya timur dalam bidang pendidikan. Alasannya adalah budaya barat lebih mementingkan sifat intelektual anak saja sedangkan tujuan pendidikan bukan hanya mengasah otak intelektual anak saja melainkan juga dalam penanaman nilai-nilai luhur, dengan anak mudah mengakses informasi bukan berarti mereka cenderung memanfaatkannya untuk menambah ilmu akan tetapi lebih banyak digunakan untuk membuka konten-konten yang tidak layak untuk mereka, hal ini terbukti dengan banyaknya kasus di amerika bahwa anak dibawah umur 17 sering mendapatkan email mengenai suatu konten yang tidak tepat diberikan pada usia mereka, sehingga bagi beberapa orang yang menolak budaya barat, lebih melihat kekurang efektifan perkembangan teknologi yang canggih tersebut serta penekanan pada segi intelektual saja.
Dari beberapa penjelasan dan pendapat mengenai pengaruh budaya barat dalam dunia pendidikan diatas, diharapkan mampu memberikan gambaran bahwa budaya barat disadari ataupun tidak, memiliki banyak pengaruh dalam memperbaiki mutu/kualitas pendidikan di neraga berkebudayaan timur, meskipun tidak luput dari efek-efek negative yang dibawanya, kuncinya adalah terletak pada filter yang digunakan untuk menyaring kebudayaan barat sehingga dapat menyesuaikan dan memberikan banyak manfaat bagi pendidikan di negara berbudaya timur.
Read More...
My Self And My Way Slideshow: Muhammad’s trip from Yogyakarta, Java, Indonesia to 4 cities , Marche, Usa and Inglewood was created by TripAdvisor. See another Italy slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.

Popular Posts

Teman's